Beranda OPINI Prabowo ke Austria, Tempat 129 Triliun Uang Haram Cendana Disimpan?

Prabowo ke Austria, Tempat 129 Triliun Uang Haram Cendana Disimpan?

62
0

Pesawat Charter Private Jet Embraer 190/Lineage 1000 dengan nomor registrasi 9H-NYC diketahui bertolak dari Dubai pada pukul 15.09 waktu setempat atau sekitar pukul 18.09 WIB ke Vienna, Austria. Tiba di Vienna, Austria pukul 19.13 waktu Eropa atau pukul 00.13 WIB. Pesawat ini adalah pesawat yang sama dengan pesawat yang digunakan Prabowo dari Indonesia menuju Dubai.

Belum diketahui Siapa penumpang pesawat tersebut dan apakah Prabowo ikut serta dalam penerbangan menuju Vienna tersebut. Bisa saja Prabowo ada di dalamnya atau bisa juga tidak ada.

Pesawat yang sama pernah digunakan Prabowo ‘numpang kencing’ ke Brunei beberapa waktu lalu. Dikatakan numpang kencing karena hanya sebentar Prabowo di Brunei, tidak lebih dari 4 jam. Entah ngapain Prabowo ke Brunai, kita juga tidak tahu.

Sebelum Prabowo bertolak ke Dubai pada 28 Mei 2019, Prabowo sempat menghadiri acara keluarga di Solo pada 27 Mei 2019. Prabowo dari Jakarta ke Solo dan sebaliknya menggunakan pesawat yang sama dengan yang digunakan ke Brunai dan Dubai.

Dari flight history di atas tidak salah mengatakan bahwa kemungkinan besar Prabowo berada di dalam pesawat Charter Private Jet Embraer 190/Lineage 1000 dengan nomor registrasi 9H-NYC yang bertolak ke Vienna Austria. Itu artinya sekarang Prabowo sedang berada di Vienna Austria. Kecuali yang ada di pesawat itu adalah teman-teman Prabowo dari WNA yang Bersama dirinya dari Jakarta menuju Dubai. Siapa tahukan pesawat itu hanya menurunkan Prabowo di Dubai karena hanya satu jam jaraknya pesawat itu tiba di Dubai lalu kemudian bertolak ke Vienna.

Emank ada apa hubungan Austria dengan Prabowo? Saya juga awalnya bertanya-tanya, selama ini tidak ada kaitan Prabowo dengan Austria atau orang Austria, tetapi kenapa sepertinya kabar Prabowo ke Austria menjadi sesuatu yang mengejutkan? Toh mungkin Prabowo mau menikmati liburan ke sana.

Viola…. Ternyata status Prabowo sebagai mantan menantu Soeharto menjadi jawabannya. Entah sudah cerai atau tidak, Prabowo akan tetap menjadi bagian dari sejarah kekelaman keluarga Cendana. Apalagi kalau kita memperhatikan delapan bulan terakhir sejak dimulainya kampanye, Prabowo dan keluarga Cendana bahu membahu memenangkan Prabowo.

Maka ketika Prabowo dikabarkan bertolak ke Austria, otomatis dihubungkan dengan keluarga Cendana. Hubungan Cendana dengan Austria berkaitan dengan uang haram mereka yang disimpan di Austria. Diperkirakan uang haram Cendana tersimpan aman di Austria sebanyak $9M US atau sekitar Rp 129 T.

Begini laporan TIME pada tahun 1999:

“But Indonesia’s onetime autocrat has been far busier than most of his countrymen realize. Just after his fall from power there began feverish movements of his personal fortune. In July 1998, reports emerged that a staggering sum of money linked to Indonesia had been shifted from a bank in Switzerland to another in Austria, now considered a safer haven for hush-hush deposits. The transfer caught the attention of the United States Treasury, which tracks such movements, and set in motion diplomatic inquiries in Vienna. Now, as part of a four-month investigation that covered 11 countries, TIME has learned that $9 billion of Suharto money was transferred from Switzerland to a nominee bank account in Austria. Not bad for a man whose presidential salary was $1,764 a month when he left office.” (John Colmey dan David Liebhold, TIME)

Fakta-fakta ini memaksa asumsi kita menjadi liar. Pertanyaan-pertanyaan penuh curiga tidak bisa diabaikan lagi. Tentu setelah peristiwa-peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia yang berkaitan dengan Prabowo. Ada yang menduga Prabowo ke Austria untuk mencairkan dana kes demi kepentingan politik. Ada pula yang menduga Prabowo ke Austria mau kabur. Tentu ada pula, seperti saya yang mencoba tetap berpikir positif saja, menduga Prabowo ke Austria untuk jalan-jalan saja. Menurut BPN sih katanya mau urus bisnis dan cek kesehatan.

Pendapat mana yang harus diterima? Asumsi Prabowo ke Dubai atau Austria hanya untuk jalan-jalan terbantahkan dengan sendiri ketika Prabowo sedang berjuang di MK. Adalah pengkhianatan besar bila yang diperjuangkan asyik jalan-jalan sementara cecunguknya memperjuangkannya di MK. Jadi Prabowo tidak sedang liburan.

Asumsi bahwa Prabowo ke Dubai atau Austria mau kabur juga terbantahkan dengan sendirinya. Adalah tidak mungkin setelah perjuangan yang sangat berat Prabowo kabur begitu saja dari Indonesia meninggalkan perjuangan di MK, meskipun peluangnya hanya sedikit. Terlalu banyak pihak yang akan dikecewakan Prabowo kalau sampai dia kabur.

Kabar bahwa Prabowo sedang mengurus bisnis dan cek kesehatan ke Dubai pun terbantahkan dengan sendirinya ketika ada kemungkinan Prabowo bertolak ke Austria. BPN memang suka ngawur kalau soal Prabowo sedang ngapain.

Asumsi bahwa Prabowo sedang mencairkan dana kes menjadi asumsi paling bisa diterima. Sebab selama ini Prabowo mengandalkan dana dari Sandi. Sampai berapa lagi Sandi bertahan mengeluarkan dana hanya untuk usaha yang sia-sia mau memimpin Indonesia, pantas diragukan. Maka mau tidak mau Prabowo harus mencairkan dana segar dan harus kes agar tidak tercium otoritas keuangan.

Hanya saja menjadi sangat berbahaya ketika kesempatan Prabowo jadi presiden sudah menipis, lalu dia mencairkan dana segar. Ada apa dan untuk apa? Sepertinya mendanai proses hukum di Mahkamah Konstitusi tak semahal dan seurgen dana kampanye. Apakah ada agenda lain dari Prabowo sampai butuh dana?

Sumber : Seword.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here